Oleh
Kelompok 15
4B S1 Keperawatan STIKES Sukabumi
Anggota:
1.
Abdul Rahman Salis (C1AA18002)
2.
Meilani Dwi Nurani (C1AA18066)
3.
Syarah Nur Fajar (C1AA18112)
ANGKA BEBAS JENTIK
Demam
Berdarah Dengue adalah
demam yang berlangsung
akut dan menyerang orang dewasa
maupun anak-anak. Dan terdapat beberapa cara pengendalian demam berdarah yaitu: Angka
Kepadatan (Density Figure) (meliputi House Index [HI],Container Index [CI],
Breteau Index [BI]) dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Salah satunya itu adalah
Angka Bebas Jentik dimana demam berdarah ini selalu dihubungkan
dengan Angka Bebas Jentik (ABJ). Angka Bebas Jentik (ABJ) adalah presentasi bangunan, atau tempat-tempat
umum tanpa adanya
jentik,Yang dimaksud dengan bangunan antara lain perkantoran, pabrik,
rumah susun, dan tempat fasilitas umum yang dihitung berdasarkan satuan ruang
bangunan atau unit pengelolanya. Angka Bebas Jentik menunjukan kepadatan jentik
di suatu wilayah,
Angka Bebas Jentik yang rendah
menunjukan tingginya kepadatan
jentik dan populasi nyamuk Aedes
Aegypti di suatu wilayah.
Angka Bebas Jentik rendah sangat
berperan terhadap penularan dan
penyebaran penyakit DBD (Hairani 2009) dalam (Berdarah
and Kabupaten 2021). Keadaan dimana parameter ini diketahui jumlah telur,
jentik dan kepompong nyamuk penular DBD (Aedes Aegypti) berkurang atau tidak ada. Dengan demikian, semakin tinggi
nilai Angka Bebas Jentik suatu daerah menunjukkan semakin rendah risiko
terjadinya penyakit demam berdarah dengue dan begitu juga sebaliknya, semakin
rendah nilai Angka Bebas Jentik semakin tinggi risiko penyakit DBD (Ii and Dbd 2016).
Data sampai dengan tahun2016, Angka Bebas Jentik secara nasional belum mencapai target minimal meskipun Angka Bebas Jentik tahun 2016,yaitu sebesar 67,6% meningkat dibandingkan tahun 2015 sebesar 54,2%. Hal ini dapatdisebabkan Puskesmas sudah mulai menggalakkan kembali kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) secara rutin sehingga kegiatan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sudah mulai digalakkan kembali. Selain itu, pelaporan data Angka Bebas Jentik sudah mulai mencakup sebagian wilayah kabupaten/kota di Indonesia sehingga cakupan Angka Bebas Jentik juga semakinmeningkat. Dalam periode tahun 2010-2016, Angka Bebas Jentik nasional tidak dapat mencapai angka minimal nasional, paling tinggi hanya 80,2% (tahun 2010) dan paling rendah 24,1%(tahun 2014). Pada periode tersebut, berturut Angka Bebas Jentik nasional setiap tahunnya adalah 80,2% (tahun 2010), 76,2% (tahun 2011), 79,3% (tahun 2012), 80,1% (tahun 2013),24,1% (tahun 2014), 54,2% (tahun 2015) dan 67,6% (tahun 2016) menurut (Ariati 2019).
Adapun untuk rumus Angka Bebas Jentik (ABJ) yaitu :
JUMLAH RUMAH YANG TIDAK DITEMUKAN JENTIK
ABJ = X 100%
JUMLAH RUMAH
DIPERIKSA
Angka Bebas Jentik merupakan salah satu ukuran metode
survei jentik yang dilakukan melalui metode single larvae dan metode
visual. Program DBD biasanya menggunakan metode visual (Depkes RI, 2010).
ANGKA BEBAS JENTIK DI INDONESIA TAHUN 2010-2019
|
NO |
TAHUN |
ABJ |
|
1 |
2010 |
80,2 |
|
2 |
2011 |
76,2 |
|
3 |
2012 |
79,3 |
|
4 |
2013 |
80,0 |
|
5 |
2014 |
24,1 |
|
6 |
2015 |
54,2 |
|
7 |
2016 |
67,6 |
|
8 |
2017 |
46,7 |
|
9 |
2018 |
31,5 |
|
10 |
2019 |
79,2 |
Data Grafik Angka Bebas Jentik
Angka Bebas Jentik yang rendah menunjukkan kepadatan jentik di wilayah tersebut masih tinggi. Angka Bebas Jentik yang rendah sangat berperan dalam penularan DBD di suatu wilayah. Daerah yang memiliki kasus demam berdarah tinggi ternyata memiliki Angka Bebas Jentik yang rendah (Hairani, 2009dan Setyaningsih dan Setyawan, 2014).Namun jika rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) ini berkaitan erat dengan perilaku dan kesadaran masyarakat maka hal yang harus dilakukan yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
DAFTAR PUSTAKA
Ariati, Jusniar. 2019. “BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KESEHATAN b . No Keanggotaan APKESI c . Jabatan d . Instansi / Kantor / Lembaga
e . Alamat Kantor , Telepon f . Hp Dan e-Mail : Jusniar Ariati , SSi , MSi :
Peneliti Madya : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat : Jln . P.” (29):1–53.
Berdarah, Demam, and D. I. Kabupaten. 2021. “Description of
Larva Free Rate Presentation with Dengue Fever in Sikka District.”
Ii, B. A. B., and A. Pengertian Dbd. 2016. “Pengaruh
Pelatihan Pemantauan..., TITO RIZKI YULINDA, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP,
2016.” 10–42.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar