Sabtu, 15 Januari 2022

ANGKA BEBAS JENTIK DI INDONESIA

 


Oleh

Kelompok 15

4B S1 Keperawatan STIKES Sukabumi

Anggota:

1.      Abdul Rahman Salis         (C1AA18002)

2.      Meilani Dwi Nurani          (C1AA18066)

3.      Syarah Nur Fajar               (C1AA18112)

 

 

ANGKA BEBAS JENTIK

 

Demam  Berdarah  Dengue  adalah  demam  yang  berlangsung  akut dan menyerang  orang dewasa maupun anak-anak. Dan terdapat beberapa cara pengendalian demam berdarah yaitu: Angka Kepadatan (Density Figure) (meliputi House Index [HI],Container Index [CI], Breteau Index [BI]) dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Salah satunya itu adalah Angka Bebas Jentik dimana demam berdarah ini selalu  dihubungkan  dengan  Angka  Bebas  Jentik  (ABJ). Angka Bebas Jentik (ABJ) adalah  presentasi bangunan, atau  tempat-tempat  umum  tanpa  adanya  jentik,Yang dimaksud dengan bangunan antara lain perkantoran, pabrik, rumah susun, dan tempat fasilitas umum yang dihitung berdasarkan satuan ruang bangunan atau unit pengelolanya. Angka Bebas Jentik  menunjukan kepadatan  jentik  di  suatu  wilayah,  Angka Bebas Jentik  yang  rendah  menunjukan  tingginya  kepadatan  jentik dan  populasi  nyamuk Aedes  Aegypti di  suatu  wilayah.  Angka Bebas Jentik  rendah  sangat  berperan  terhadap penularan dan penyebaran penyakit DBD (Hairani 2009) dalam (Berdarah and Kabupaten 2021). Keadaan dimana parameter ini diketahui jumlah telur, jentik dan kepompong nyamuk penular DBD (Aedes Aegypti) berkurang atau  tidak ada. Dengan demikian, semakin tinggi nilai Angka Bebas Jentik suatu daerah menunjukkan semakin rendah risiko terjadinya penyakit demam berdarah dengue dan begitu juga sebaliknya, semakin rendah nilai Angka Bebas Jentik semakin tinggi risiko penyakit DBD (Ii and Dbd 2016).

Data sampai dengan tahun2016, Angka Bebas Jentik  secara nasional belum mencapai target minimal meskipun Angka Bebas Jentik tahun 2016,yaitu sebesar 67,6% meningkat dibandingkan tahun 2015 sebesar 54,2%. Hal ini dapatdisebabkan Puskesmas sudah mulai menggalakkan kembali kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) secara rutin sehingga kegiatan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik)  sudah mulai digalakkan kembali. Selain itu, pelaporan data Angka Bebas Jentik sudah mulai mencakup sebagian wilayah kabupaten/kota di Indonesia sehingga cakupan Angka Bebas Jentik  juga semakinmeningkat. Dalam periode tahun 2010-2016, Angka Bebas Jentik nasional tidak dapat mencapai angka minimal nasional, paling tinggi hanya 80,2% (tahun 2010) dan paling rendah 24,1%(tahun 2014). Pada periode tersebut, berturut Angka Bebas Jentik nasional setiap tahunnya adalah 80,2% (tahun 2010), 76,2% (tahun 2011), 79,3% (tahun 2012), 80,1% (tahun 2013),24,1% (tahun 2014), 54,2% (tahun 2015) dan 67,6% (tahun 2016) menurut  (Ariati 2019).

Adapun untuk rumus Angka Bebas Jentik (ABJ) yaitu :

          JUMLAH RUMAH YANG TIDAK DITEMUKAN JENTIK

ABJ =                                                                                                              X 100%

                                    JUMLAH RUMAH DIPERIKSA

Angka Bebas Jentik merupakan salah satu ukuran metode survei jentik yang dilakukan melalui metode single larvae dan metode visual. Program DBD biasanya menggunakan metode visual (Depkes RI, 2010).

ANGKA BEBAS JENTIK DI INDONESIA TAHUN 2010-2019

 

NO

TAHUN

ABJ

1

2010

80,2

2

2011

76,2

3

2012

79,3

4

2013

80,0

5

2014

24,1

6

2015

54,2

7

2016

67,6

8

2017

46,7

9

2018

31,5

10

2019

79,2

 

Data Grafik Angka Bebas Jentik


Angka Bebas Jentik yang rendah menunjukkan kepadatan jentik di wilayah tersebut masih tinggi. Angka Bebas Jentik yang rendah sangat berperan dalam penularan DBD di suatu wilayah. Daerah yang memiliki kasus demam berdarah tinggi ternyata memiliki Angka Bebas Jentik yang rendah (Hairani, 2009dan Setyaningsih dan Setyawan, 2014).Namun jika rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) ini berkaitan erat dengan perilaku dan kesadaran masyarakat maka hal yang harus dilakukan yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). 



DAFTAR PUSTAKA

 

Ariati, Jusniar. 2019. “BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN b . No Keanggotaan APKESI c . Jabatan d . Instansi / Kantor / Lembaga e . Alamat Kantor , Telepon f . Hp Dan e-Mail : Jusniar Ariati , SSi , MSi : Peneliti Madya : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat : Jln . P.” (29):1–53.

Berdarah, Demam, and D. I. Kabupaten. 2021. “Description of Larva Free Rate Presentation with Dengue Fever in Sikka District.”

Ii, B. A. B., and A. Pengertian Dbd. 2016. “Pengaruh Pelatihan Pemantauan..., TITO RIZKI YULINDA, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016.” 10–42.

ANGKA BEBAS JENTIK DI INDONESIA

  Oleh Kelompok 15 4B S1 Keperawatan STIKES Sukabumi Anggota: 1.       A bdul Rahman Salis          (C1AA1800 2 ) 2.       Meilani Dwi Nuran...